Cara Menghadapi Pacar yang Terlalu ‘Friendly’ ke Semua Orang

Menjalani hubungan dengan pasangan yang “friendly” atau terlalu ramah memang susah-susah gampang. Tipe seperti ini terkadang membuat kita merasa sedih atas beberapa hal di dalam hidupnya, terutama memiliki banyak teman lawan jenis.

Meskipun kamu tahu bahwa pasangan kamu mencintaimu, namun tentu saja rasa khawatir datang dalam diri kamu. Bahkan karena sifatnya yang “humble” atau rendah hati membuat kita sering merasa cemburu dengan berbagai hal. industrialpaintstore.com

Kamu pasti akan merasakan jika pasangan berusaha menggoda atau tertarik dengan orang lain.

Terkadang memang sulit untuk menerima sikap pasangan yang terlalu ‘friendly’ atau baik dengan lawan jenisnya. Ini mengkhawatirkan, karena itu bisa saja menimbulkan kesalahpahaman.

Maka dari itu, berikut ini tanda pasangan terlalu ramah atau ‘friendly’ dengan lawan jenisnya.

1. Pasangan terlalu sering mengobrol dengan orang yang sama di luar pekerjaan.

2. Selain mengobrol, sering kali kamu melihat pasangan menghabiskan waktu bersamanya.

3. Ketika bersama kamu, pasangan sering kali membicarakan dan memuji lawan jenisnya.

4. Pasangan sering kali sulit menolak jika lawan jenis meminta bantuannya.

5. Ketika bersama teman wanita atau pria, sering kali pasangan lupa bahwa ia sedang menjalin hubungan dengan kamu.

Jika pasanganmu melakukan beberapa sikap di atas, kamu harus tegur dan beri dia batasan dalam bersikap dengan lawan jenisnya. Lebih baik kamu berhati-hati dan jaga perasaanmu agar tidak mudah terluka.

Tapi, kamu harus sadar bahwa kamu tidak akan bisa mengubah sikap ramah tamah pasangan dan kamu harus belajar untuk mengambil sudut pandang yang berbeda.

Biar gak terus menerus menahan cemburu, simak beberapa cara menghadapinya berikut ini. Keep scrolling gengs!

1. Jangan Gampang Merasa Cemburu dan Baper

Orang yang pada dasarnya memang ramah dan friendly pada siapa saja mungkin menganggap sikapnya biasa saja, jadi kamu harus pandai mengontrol diri supaya gak baper dan cemburu buta.

Mungkin kamu menderita dengan masalah ini karena pada masa lalu kamu pernah kamu alami hal yang tidak membuat kamu nyaman. Namun, itu tidak berlaku bagi mereka dan kamu tidak bisa menyamakan pasanganmu saat ini dengan masa lalumu.

2. Percaya Padanya

Kamu dan pasangan harus saling percaya dan yakin bahwa dia gak bakal macam-macam meskipun friendly pada orang lain.

Saling berkomunikasi dengan teman kerja pasangan juga bisa membantu meyakinkan kamu untuk percaya pada pasangan.

3. Terima Pasangan Apa Adanya

Kamu tidak bisa mengubah pasangan menjadi seperti yang kamu mau. Itu sangat sulit untuk dilakukan.

Berusahalah untuk jatuh cinta dengan menerima dia seutuhnya. Kamu tidak perlu mengubah sikap ramah tamah pasangan.

Cukup ubah mindset kamu dan berpikir kamu bisa memiliki seorang pria/wanita yang benar-benar ramah kepada semua orang. Itu adalah hal yang baik dibandingkan kamu harus bersama dengan seorang pria kasar dan tidak sopan kepada semua orang.

4. Hargai dan Ingat Kebaikannya

Kamu mesti jadi sosok pasangan yang dewasa dengan memahami sisi pribadinya yang friendly dan baik ke semua orang.

Semakin baik jika kamu tidak hanya belajar menerima pasangan apa adanya, tetapi juga belajar menghargainya.

Ketika kamu menemukan bahwa pasangan memiliki rekan kerja lawan jenis yang lumayan dekat dan sering berhubungan, mungkin sebagai pasangan yang tidak percaya diri, kamu langsung berasumsi bahwa hubungan mereka lebih dari itu.

Mungkin kamu juga berpikir, ketika mereka saling curhat, apakah mereka berpelukan? Apa yang dia katakan padanya? Akankah dia mulai menyukainya sekarang?

Agar terhindar dari pikiran tersebut, kamu harus belajar untuk membuang mentalitas tidak percaya diri itu dan sadari betapa beruntungnya kamu memiliki seorang pria yang begitu baik dan peduli kepada orang-orang.

5. Komunikasikan Dengannya Tentang Rasa Khawatir mu

Bicarakan juga dengan pasangan mengenai batasan-batasan apa saja yang mesti dijaga saat bercengkrama dengan teman lawan jenisnya.

Pasanganmu pasti akan memahami kamu dan menghormati kamu sebagai pasangan.

Dengan berkomunikasi dengannya, bisa dipastikan dia akan ekstra hati-hati untuk memastikan keramahannya tidak dianggap genit atau berlebihan. Sebab, dia tahu kamu tidak menyukainya dan sangat menghargai kamu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *